3 Langkah Strategis Kominfo, Untuk Pemanfaatan Teknologi AI

3 Langkah Strategis Kominfo, Untuk Pemanfaatan Teknologi AI

Jakarta, Selular. ID – Kendati potensial, Menteri Komunikasi & Informatika (Komminfo) Johnny G. Plate mengaku ada beberapa tantangan serta isu   krusial yang perlu dikoordinasikan berkaitan dengan optimalisasi pelaksanaan AI.

“Beberapa rumor yang diidentifikasi antara lain keterangan privasi, sentimen negatif masyarakat kepada teknologi AI, dan juga isu pengembangan eksosistem AI. Merespons situasi ini, kami ingin kembali menguatkan bahwa pengembangan AI perlu dilakukan secara prudent dan provident, bijaksana dan cermat, ” kata Gajah Johnny.

Kebijaksanaan dan kecermatan tersebut dikedepankan untuk menyiapkan masa depan secara berhati-hati & terukur. Visi pengembangan AI dengan bijak dan cermat pun sebenarnya telah disepakati perwakilan antarnegara di pertemuan Digital Economy Task Force G20 melalui deklarasi tingkat Gajah Komunikasi dan Informatika (ICT) di Oktober 2020 lalu. Menurut Menteri Kominfo, pertemuan itu menekankan perluasan Trustworthy AI.

mengucapkan juga:   Sasar Mobile Gamer, Infinix Segera Hadirkan Note 8 di Indonesia

“Hal ini merujuk pada pengembangan AI yang lebih dapat dipercaya dan bisa diandalkan untuk memberikan solusi permasalahan sosial. Trustworthy AI ditekankan melalui lima prinsip, yaitu: (1) Pertumbuhan inklusif, pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan; (2) Nilai-nilai dan kesamarataan yang berpusat pada manusia; (3) Transparansi dan keterjelasan penggunaan AI; (4) Kekokohan, keamanan dan kesejahteraan implementasi AI; dan (5) Akuntabilitas penggunaan AI, ” jelasnya

Johnny menegaskan Indonesia juga mendukung penerapan prinsip-prinsip tersebut dengan tetap berpegang teguh dan menyelaraskan pada visi nasional dan nilai-nilai Pancasila, hal itu tertuang pada dokumen Strategi Nasional AI 2020-2045.

Dalam strategi itu ada tiga langkah penting dalam penerapan AI, pertama menyiapkan dan mengembangkan talenta digital yang mulut teknologi AI, kedua fasilitasi perluasan ekosistem dan ketiga penyusunan regulasi dan tata kelola.

` “Terkait literasi, ditujukan buat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan mengecap percaya akan pemanfaatan AI. Namun, pengetahuan teknis dibutuhkan karena banyak pekerjaan yang diproyeksikan akan tergantikan dengan AI seiring pemanfaatannya yang semakin masif, ” paparnya.

Baca juga:   Soal Perang Tarif Data Internet, BRTI: Ini Merupakan Strategi Operator Untuk Bersaing

“Kementerian Kominfo fokus mendukung langkah ini melalui upaya perluasan akses internet di wilayah dan titik layanan publik yang belum memiliki akses internet memadai, serta melalui pembangunan Pusat Data Nasional, ” sambungnya.

langkah strategis kedua, Menteri Johnny menyatakan berkaitan dengan fasilitasi pengembangan ekosistem pendukung AI. Ekosistem itu mencakup riset dan inovasi, integrasi data, serta infrastruktur pendukung.

Sedangkan langkah strategis ketiga berkaitan dengan upaya meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap AI melalui penyusunan regulasi dan tata kelola pendukung AI. Regulasi itu, kata Menteri Kominfo perlu berfokus pada fasilitasi pertukaran data operasi AI yang memperhatikan keamanan privasi data pribadi, transparansi, akuntabilitas, serta prinsip demokratis.

“Regulasi ini juga perlu memitigasi terjadinya unintended consequences penggunaan AI, baik secara etik maupun praktik. Upaya ini sedikit banyak telah tercakup dalam langkah Kementerian Kominfo dengan memfasilitasi penyusunan RUU Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk menjamin privasi dan keamanan data warga negara Indonesia secara lebih luas, ” tandasnya.