Keberadaan Tablet Baru Lenovo Mulai Terendus     

Keberadaan Tablet Baru Lenovo Mulai Terendus

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta, Selular.ID – Tablet Lenovo terbaru muncul dalam daftar Geekbench, dan dikabarkan bakal menjalankan Android 11. Produk yang belum memiliki nama itu datang dengan nomor model TB-7306F.

Dalam daftar Geekbench itu, dikutip dari GSMArena, Selasa (8/12) produk tablet Lenovo bakal mengusung chipset Helio A22 dan RAM 2GB dari Mediatek. Tablet ini mengelola 144 poin di departemen inti tunggal dan 498 poin pada pengujian multi-inti.

Spesifikasi ini sejalan dengan Tab M8, yang juga sekaligus mengindikasikan TB-7306F sebagai penerusnya. Tab M8 yang meluncur tahun lalu itu hadir dengan layar panel IPS 8 inci dalam konfigurasi HD dan FHD + bersama dengan penyimpanan 16 / 32GB dan baterai 5.000 mAh. Kamera berdiri di depan 2MP dan 5MP di belakang.

Baca juga: Lenovo Tingkatkan Kemampuan Kamera di Kelas Entry Level

Kendati demikian belum dapat diprediksi lebih jauh apa yang direncanakan Lenovo. Yang pasti, pasar tablet secara global dimasa pandemi Covid-19 memang mengairahkan.

Berdasarkan laporan firma riset pasar IDC, di kuartal kedua (Q2) 2020 menunjukkan total pengiriman perangkat tablet dunia meningkat hingga 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Apple masih menjadi vendor yang mendominasi pasar tablet dunia dengan pangsa pasar 32,3 persen dan total pengiriman perangkat sebanyak 12,4 juta unit selama tiga bulan terakhir.

Pencapaian tersebut diperoleh berkat penjualan perangkat iPad 10,2 inci. Meski menduduki posisi teratas di pasar tablet dunia, Apple merupakan vendor yang mengalami pertumbuhan paling kecil di antara empat vendor lainnya yaitu Samsung, Huawei, Amazon, dan Lenovo.

Keempat merek tersebut tercatat mengalami peningkatan mencapai lebih dari 40 persen dari periode yang sama di 2019. Sementara pertumbuhan Apple hanya 1,3 persen. Huawei dan Lenovo menjadi dua vendor yang pertumbuhannya paling signifikan. Bahkan, pertumbuhan Lenovo mencapai lebih dari 50 persen.